Suster Manja Yang Masih Perawan - Cerita Orang Dewasa

Breaking

Post Top Ad

ARTISQQ

Post Top Ad

POLOQQ

Jumat, 13 Juli 2018

Suster Manja Yang Masih Perawan

Suster Manja Yang Masih Perawan


Cerita Orang Dewasa ~ Nama saya Anita, biasanya orang memanggilku nita . Saya bekerja sebagai perawat di rumah sakit di kota kecil di Jawa Barat. Kota ini kecil dan jarang untuk pasien jangka panjang di sini, sebagian besar dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap peralatannya.

Sebelum saya memulai cerita dewasa yang kuberi judul Suster Manja Yang Masih Perawan, perlu diingat tinggi badan saya 165cm dengan berat badan 48kg, wajah saya cukup cantik dengan kulit kuning, ukuran payudara saya tidak besar juga ga begitu kecil, hanya ketika saya memakai pakaian ketat atau mini, semua mata yang tampak pasti akan bergairah dan membangkitkan gairah seksual mereka.

Sebut saja dr Anton, wajahnya cukup tampan, punya istri tapi belum punya anak, mungkin karena dia menghabiskan lebih banyak waktu di rumah sakit. Dr Anton juga idola para perawat di rumah sakit ini, dia sosok Dokter yang wibawa dan tutur katanya yang membuat para perawat mengagumunya, Kisah Dewasa ini nyata terjadi pada 2 tahun yagn lalu.

Saat itu saya kebetulan mendapatkan jam malam, padahal hari berikutnya adalah hari libur karena bertepatan dengan tanggal merah. Pada saat itu pasien di rumah sakit sangat sedikit dan biasanya setelah jam 9 malam, rumah sakit sepi, mungkin karena itu juga jauh dari pusat kota, lebih ke pinggiran kota.

Setelah saya memeriksa kamar pasien yang ada di beberapa pasien, saya segera membersihkan pembukuan, lalu saya masuk ke ruang perawat di mana perawat biasanya berkumpul, beristirahat, dan juga mengganti seragam mereka.

Karena kelelahan, saya duduk sejenak di kursi empuk tanpa pegangan tangan. Entah karena kelupaan atau kelelahan saya tidak mengunci pintu, saya melepas sepatu pantovel yang membuat kaki saya sangat sakit, saya menyandarkan kepala saya di kursi. Tapi tiba-tiba dari belakang ada yang menyentuh pundakku seolah memijatnya, aku kaget dan langsung berdiri dari kursi, dan ternyata dia dr Anton

"Dr Anton," kataku terkejut.
"Kamu terlihat sangat lelah," katanya lembut.
"iya nih dok" jawab saya.

Kemudian dr Anton yang duduk di kursi yang saya duduki tadi sambil menatap saya, saya hanya berdiri diam di depannya. Entah bagaimana ketika dr Anton menatapku, hatiku sepertinya berpacu kencang. Terutama ketika dia berkata,

"Apakah kamu ingin aku pijit gak sus?"
"Aahh,,, Dokter bisa saja dech" Jawabku sambil mau meranjak pergi, tapi sebelum melangkah tiba-tiba saja Dr Anton menarik tangan ku sampai jatuk kepangkuannya.

Dia kemudian memeluk saya dengan erat dari belakang sampai saya tidak bisa melepaskan pelukannya, meskipun saya juga senang dengan apa yang dia lakukan pada saya saat itu. Dia mulai mencium leherku dari belakang, menghela nafasnya dan ciumannya membuat nafsu birahiku naik.

Lalu ciuman itu beralih ke bibirku, aku tidak hanya diam saja, aku membalas ciuman itu, lidah kami saling berbenturan, saling mengulum satu sama lain. Entah setan mana yang merasukiku pada malam itu, bagiku semuanya begitu indah. tiba-tiba tangannya mulai merasakan dadaku, membuka kancing seragam perawatku, sampai beberapa kancing terbuka dan menempelkan payudaraku masih terbungkus BH. Lalu dikeluarkan payudaraku dari dalam bra, saya melihat dr Anton menelan ludah nya saat melihat buah dadaku.

"Oh Nita ... ternyata kami memiliki buah dada yang sangat indah, dia memuji sambil mengusap putingku. Saya hanya bisa menghela napas dengan tenang,
"Aahhhh ... dokter suka dengan payudaraku ya?" Saya bertanya.

Tanpa jawaban dia langsung menghisap dan menjilat payudaraku dengan nafsu, seperti bayi yang sedang menyusu dengan ibunya. Saya menikmati semua yang dia lakukan pada saya, ketika tangannya mulai menggerakkan perut saya, membuka lebar kaki saya, sampai rok mini seragam saya diangkat ke paha saya. saya mengangkang diatas pangkuan dr Anton dengan masih tetap memunggunginya.

DSetelah itu Dr Anton dengan pelan memaikan jarinya di bibir vagina saya dan benar-benar membuat saya melayang, lalu dia memasukan jari tengah nya ke dalam memek saya dan menusuk-nusuknya sampau akhirnya memek saya pun basah. Rupanya dr Anton tahu jika saya ingin puas, dia kemudian menghentikan permainan jarinya. Dia mengatakan kepada saya untuk duduk menghadapnya, saya sekarang berlutut di hadapannya.

Dr Anton membuka celananya dan tampaklah penih Dr Anton yang berdiri keras, ternyata dia juga terangsang, dia menyuruhku untuk mengisap penisnya, mula-mula saya takut dan jijik, karena ini adalah pertama kalinya bagiku, tapi dengan sabar dia menuntunku, dia akhirnya mulai merasakan isapan dan jilatan mulutku. Kujilat dan kusedot kepala penisnya untuk membuat Dr Anton mengejang.

Setelah beberapa saat, tiba-tiba dia menyuruh saya untuk menghentikannya dan meminta saya untuk duduk bersamanya, saya mematuhinya. Dr Anton menurunkan CD saya, lalu dia meminta saya untuk memasukkan penisnya ke dalam lubang vagina saya.

"Tapi dok, aku takut, aku masih perawan" kataku.
"tidak apa-apa Nita sayang, saya akan membimbing kamu, awaknya saja sakit, tapi nanti enak juga kok", jawabnya sambil menciumi keningku dengan mesrah.
Setalah melihat saya cukup tenang, Dr Anton mulai perlahan memasukan penisnya ke dalam lubang memek saya.
"Auuugghh ... .aaahhh ..." Aku menjerit kesakitan dan perih rasanya.

Dr Anton sangat luar biasa, karena takut menyakiti saya ia sangat hati-hati dalam melakukannya, ia menaruh batang penisnya incii demi inci, dan akhirnya "Bleeessss ...." akhirnya penis DrAnton telah masuk semua ke dalam vagina saya. Tapi dia tidak lantas menggoyangkan penisnya di dalam vaginaku, tapi dia membuat saya seperti di manja, menciumku, memainkan toket dan putingku, dan perlahan dia menggerakkan tubuhnya ke atas dan ke bawah, membuat penisnya juga bergerak menembus vaginaku.

Sejenak saya merasakan darah keperawanan saya mengalir ketika Dr Anton mendorong tubuh saya dengan keras, dan membuat kemaluannya menembus terlalu dalam, aku hanya bisa berteriak

"Aaah ...... sa..kittt ... doc" Aku mengerang.
"Gapapa sayang, pegang sedikit, entar lagi juga enak koq sayang" jawabnya.

Akhirnya setelah beberapa menit saya merasa ada rangkulan luar biasa di tubuh saya, ketika Dr Anton mempercepat gerakannya menembus vagina saya

"Aaah ... Dokter Ani merasa pingin peis niiihhh ... .aaahhh ...." kataku.
"pipis saja, itu membuat Anda merasa lebih enak," katanya, dan
"Aaahhhh ... oohhh ... .enak doookkk ...."teriak saya. Tubuhku mengejang hebat, aku merasa ada cairan yang mengalir keluar membasahi pahaku.
"Enakkan Nita sayang?" Dr. Anton.
"Ya dok ... dr. Anton yang pintar banget membuatku orgasme, dan itulah orgasme pertamaku," kataku.

Kemudian Dr. Anton menyuruh saya berdiri, dengan sedikit menungging. Saya menghadap meja di depan saya, lalu Dr. Anton memasukan penisnya dari belakang dan ini membuat saya benar-benar melayang. Sungguh dokter yang hebat, pikirku.

Dia terus mengenjot saya, gerakannya semakin cepat, saya tahu apakah dia akan mendapatkan klimaksnya segera,

"Mau dikeluarin dimana sayang?" Dia bertanya.
“Di dalam saja dok, aku lagi tidak masa subur koq, toh aku juga pingin tau gimana rasanya jika keluarin di dalam dok” kataku waktu itu. Dan akhirnya "Crooot .. crooot..crooott ..." sperma Dr Anton keluar, mungkin karena banyak hingga keluar dari vagina saya dan menetes ke lantai.

Setelah itu Dr Anton memeluk saya dari belakang dan mencium bibir saya dengan mesrah, saya pun membalas ciuman Dr Anton, cukup lama kami saling berciuman dan setelah itu saya pun membersihakn sperma yang tadi jatuh di lantai. sementara Dr. Anton duduk di kursi beristirahat sebentar . Saya langsung merapikan pakaian saya lagi, kami juga sempat melakukan beberapa kali frenchkiss sebelum akhirnya Dr. Anton keluar dari ruangan.

Itu adalah malam yang sangat indah bagi saya. Dan setelah malam itu kita sering melakukannya tanpa diketahui oleh perawat lain, karena kita selalu berpura-pura tidak terjadi apa-apa di depan orang lain. Skandal cerita orang dewasa yang saya alami ini terjadi selama tiga tahun saat saya bekerja di rumah sakit, dan sekarang saya sudah pindah juga karena sudah mempunya suami dan anak, tapi tetap saja saya selalu merindukan masa-masa indah bersama Dr. Anton, dokter yang mengajari saya seks dan merenggut keperawanan saya untuk pertama kalinya.


ARTISQQ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

 AQUAQQ