Bercinta Dengan Janda Muda - Cerita Orang Dewasa

Breaking

Post Top Ad

ARTISQQ

Post Top Ad

POLOQQ

Rabu, 27 Juni 2018

Bercinta Dengan Janda Muda

Bercinta Dengan Janda Muda


Cerita Orang Dewasa ~ Sebagai seorang lelaki, saya tidak bisa menolak undangan Mbak Veni untuk mengantarnya ke rumah temannya malam itu. Saya berumur 19 tahun dan nama saya Sauki, sementara Mbak Veni adalah seorang janda muda yang merupakan tetangga saya, setidaknya dia berusia 22 tahun. Rumahnya berjarak dua rumah dari rumah saya, hampir setiap hari saya melewati bagian depan rumahnya dan saya melemparkan senyuman dari motor saya ketika saya melihatnya.

Mbak Veni adalah idola di lingkungan ini, tentu saja orang yang sama yang sering nongkrong di pos keamanan yang terletak di ujung jalan. Dari situ saya juga tahu tentang Cerita Orang Dewasa Mbak Veni dengan salah satu selingkuhannya, Mas Delon saya pernah menegurnya seperti itu. Dengan wajah tampan, dia menggaet Mbak Veni yang sudah sendiri sejak dia bercerai dengan suaminya.

Meski begitu tidak ada yang saya tidak suka dengan sikap Delon mas yang terlihat keren itu, dia memiliki mulut seperti seorang gadis celometan. Di buka semua game sex story yang dia lakukan bersama Mbak Veni. Sehingga memunculkan anggapan bahwa Mbak Veni menjanda binal gampangan. Begitu sering orang-orang yang nongkrong di tempat itu menggoda Mbak Veni, saat dia berjalan melintasi tempat kami.

Saya tidak tahu apa yang hanya saya atau memang demikian dengan yang lain. Saya sangat tertarik dengan Mbak Veni, dengan melihat wajah imutnya dan senyum manisnya membuat saya puas melihatnya. Bahkan saya benar-benar bahagia ketika ibu saya menyuruh saya untuk mengambil sesuatu ke rumah Mbak Veni, karena itu juga dia yang lebih akrab dengan saya dan sering membalas senyum saya.

Hingga suatu hari Ketika saya pulang dari sekolah melalui rumah Mbak Veni. “Sauki .. Nanti sore antara Mbak ke rumah teman kamu bisa ..” Tanpa menunggu lama aku menjawab “Ya Mbak .. nanti sore kan ..” Aku berkata seperti biasa, tapi di hatiku aku benar-benar bahagia. Dan tidak sabar menunggu sore karena pingin sudah tidak sabar ingin bonceng Mbak Veni.

Ketika sore datang juga, sore saya mandi dan dipersiapkan sebelum saya mencuci motor saya. Setelah itu jam 4 pas saya pergi ke rumah Mbak Veni, katanya untuk menunggu sebentar, saya akan menunggunya. Dan ketika dia keluar dari dalam rumahnya saya benar-benar takjub melihat manuver Mbak Veni seperti gadis Abg Abis. Dengan gaya kasual ia mengenakan jeans ketat dan kaos lucu dengan gambar lucu di dadanya.

Karena tidak mampu menahan hatiku bahagia, sampai-sampai aku tersenyum melihatnya "Ada yang salah dengan Mbak Ki ..." Mbak Veni tiba-tiba nyeletuk tanpa sadar aku menjawab "keliatan Mbak Veni yang seksi kalau begitu ..." Dia hanya tersenyum dan naik ke belakang motor saya, saya langsung pergi ke tempat teman Mbak veni. yang sudah dia katakan alamatnya waktu siang tadi.

Hati ku teramat senang sekali, bagaimana tidak, hari ini malam minggu dan aku sedang membonceng mbak Veni, aku merasa sedang kencang dengan mbak veni. Dan itu adalah kebanggaan bagi saya, meskipun jauh dari kata Cerita Orang Dewasa. Terutama ketika Mbak veni memeluk tubuhku dari belakang seolah-olah ada getaran dari dalam tubuhku.

Aku tidak membuang kesempatan ini, saya sengaja memilih jalan yang agak berlubang, biarkan Mbak Veni lebih erat dekapnya. Dan benar saja ketika dia merapat pada saya, saya merasa bahwa dia tidak mencoba untuk mendukung saya lagi. Ditambah lagi saya menggerakkan laju motor saya untuk membiarkan saya menambahkan waktu yang lama dia memeluk saya dari belakang, jika ada yang melihat kami maka mereka akan berpikir kami adalah sepasang kekasih.

Sesampainya di rumah teman Mbak veni dia langsung masuk saat saya masih diatas motor saya. Lalu aku melihat Mbak Veni keluar dan kembali padaku "Sauki ... teman Mbak mau pergi sebentar dan mbak disuruh nunggu dulu, gak pa-pa kan ...." Aku langsung menjawab "Nah pa-pa Mbak .... sampai malam juga tidak ... "kataku.

Mbak Veni tertawa dan kembali mengatakan "Tapi bukannya malam ini malam minggu ... kamu tidak punya kencan" Mendengar kata-kata Mbak Veni langsung aku menggodanya "nahh .. ini lagi kencan  Mbak ..." Dia tertawa lagi dan Sambil memegang tanganku untuk membawa saya masuk kedalan rumah temannya, dan kami duduk di ruang tamu, sementara Mbak Veni masuk ke kamar temannya.

Tidak lama setelah dia keluar dengan temannya juga "Wow .. kamu dengan cowok Ven  ..." kata temannya dan menatapku, aku pun memberikan senyuman paling manis dari bibirku. Tapi Mbak Veni buru-buru menolak "Tidak apa-apa dia tuh adikku ..." Tambah di ledek dengan temannya "adik bertemu gede ..." Dia tertawa dan aku juga tertawa sementara Mbak Veni terlihat malu.

Setelah mengucapkan selamat tinggal akhirnya teman Mbak Veni juga pergi. Dan saya dengar dia membawa motor, saya melihat rumah ini sepi dan saya jadikan itu sebagai topik perbincangan saya sama Mbak Veni "Begitu sunyi .. Mbak Veni menjawab tapi tangannya sedang memainkan tabletnya" He-er .. orang tuanya berada di luar negeri. dan dia adalah anak tunggal. "Aku mengangguk mengerti.

Melihat Mbak Veni asyik dengan tablet akupun membuka HPku dan saya membuka situs Cerita Orang Dewasa di mana ada Cerita Dewasa. Saya sedikit gugup karena penis saya mempengaruhi cerita yang yang saya baca, tiba-tiba Mbak Veni mengajak saya untuk duduk di luar tetapi ada sesuatu yang salah karena ketika dia menjulurkan bagian tubuh saya secara tidak sengaja dia menyenggol penis saya yang bangun dari tidur.

Saya pun menjadi malu untuk tidak melihat wajah Mbak veni kali. Tambahkan aku salah ketika dia mendekatkan wajahnya padaku "Kenapa sauki .. ka .. mu .." Belum selesai kata-katanya aku langsung memburunya dengan mendaratkan bibirku di bibirnya, tepat saat itu Mbak Veni tidak menolak bahkan dia membalas lumatan bibirku yang datang tiba-tiba.

lalu dia melingkarkan lengannya di leherku, tentu saja aku langsung tertarik badannya untuk berada di pangkuanku. Dengan sedikit miring dari kepalanya, Mbak veni terus menghancurkan bibirku, saat aku menghaluskan setiap lumatannya. bahkan tanganku bergabung dengan gerilya meraba-raba tubuhnya dan menekan bibirku ketika dia menghancurkannya, aku memainkan lidahku di mulut Mbak veni.

Setelah tanganku menemukan gundukan lembut di dadanya, aku akan meremas buah dadanya. dan membuat Mbak Veni menggelinjang seperti cacing kepanasan sambil mendesah dan terdengar serak di sampingku "Oouugghh .... oouuuggghh ... Sauki ... Aaagghh ... aaaagghhh ... Lezat .... sayang ... ooouuuggghhh ... "Membuat saya lebih bersemangat untuk segera memasukkan penis vaginanya.

Sekarang tangan saya memegang ritsleting celananya dan tanpa membuang waktu saya membuka ritsleting mbak Veni. lalu saya buka celana Mbak veni dengan melorotkannya ke bawah, agak susah tapi sambil melumat dan mengisap bibirnya saat itu membuatnya tidak terlalu sulit. Akhirnya Mbak veni tidak lagi memakai celana, untuk membuatnya lebih mantap saya buka juga celana dalamnya.

Di sana aku melihat vaginanya yang cantik, dengan tanganku membuka celanaku juga. Sampai sekarang saya juga tidak lagi memakai celana, lalu saya mencoba mainkan lidah saya di mulutnya lagi, dan itu membuat Mbak Veni semakin bergemuruh deru nafasnya. Perlahan-lahan saya memasukkan penis saya ke dalam vagina yang terasa hangat saat bersentuhan dengan penis saya.

ketika saya bergerak di atas tubuhnya saat itu juga dan lagi dia mendesah, saya akan bergerak lebih cepat maju mundur untuk memainkan penis saya. Dan itu membuatnya mendesah lebih lama lagi "Oouuugghh ... aaaagggghhh ... oooouuuggghhh ... aaaaggghhh ... yaaaaach ... lanjutkan ... .. sa ... sayang ......" Insentif saya pindah naik dan turun di atas vaginanya yang basah.

Ketika saya mempercepat goyangan saya, saya masih ingat kata teman yang baru saja keluar sebentar, akhirnya saya merasakan ada getaran yang menyatu di selangkangan dan tumpahan kenikmatan lendir yang terasa hangat pada memak Mbak Veni. Dan menambah kehangatan vaginanya, aku terkulai ke tubuh Mbak Veni dan tidak lama kemudian kami merapikannya lagi.

Langsung saja aku pakai bajuku, sedangkan Mbak Veni masuk kedalam rumah sambil membawa celananya. Sepertinya dia masuk dalam kamar mandi temannya itu, dan keluar dengan wajah yang begitu sumringah. Tanpa berkata-kata lagi dia duduk di sampingku dan aku langsung memeluknya diapun tidak menolak bahkan memeluk balik tubuhku, tanpa berpikir lagi kami kembali saling melumatkan bibir.



ARTISQQ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

 AQUAQQ